Perpustakaan Sekolah SMPN Satap 2 Batukliang

Perpustakaan sekolah yang kondusif dengan menggunakan sistem komputerisasi.

In House Training

Pelatihan guna meningkatkan kualitas pelayanan pada SMPN Satu Atap 2 Batukliang.

Kepala Sekolah Beserta Dewan Guru

Pendidik dan Tenaga Kependidikan Yang Profesional Di Bidang Masing-Masing

Suasana Belajar Yang Menyenangkan

Seasana belajar yang kondusif dan menyenangkan.

Gedung Sekolah

GEdung sekolah yang asri dan nyaman akan menciptakan suasana belajar yang nyaman.

Sunday, 13 May 2012

Belajar Tentang Media Pembelajaran

Proses belajar mengajar dewasa ini sangat erat kaitannya dengan penggunaan media pembelajaran, hal ini karena proses pembelajaran akan semakin cepat mencapai tujuan dengan menerapkan berbagai media pembelajaran.
Pada kesempatan kali ini, saya akan menshare buku tentang media pembelajaran yang harus dipahami sebelum membuat suatu media pembelajaran, baik yang interaktif berbasis IT maupun media pembelajaran konvensional.
Monggo dibaca-baca dulu bukunya. kalo sudah dimengerti baru deh keluarin semua kemampuan anda untuk membuat media pembelajaran. buku ini juga sangat cocok untuk dijadikan referensi bagi rekan-rekan yang sedang membuat karya ilmiah dan skripsi di bidang media pembelajaran.
Berikut link downloadnya. cara download dengan mengklik tombol pada kolom Aksi. semoga bermanfaat..

Nama File Urut berdasarkan
Aksi Urut berdasarkan
Ukuran Urut berdasarkan


      Download330
137.88 Kb

      Download348
82.93 Kb

      Download681
427.39 Kb

      Download83
413.58 Kb

      Download4547
2.75 Mb

      Download906
1.21 Mb

      Download269
1.13 Mb

      Download242
39.98 Kb

      Download338
56.02 Kb

Menjalani Hidup dengan Kesadaran

Untuk dapat menikmati hidup, hal terpenting yang perlu Anda lakukan adalah menjadi SADAR. Inti kepemimpinan adalah kesadaran. Inti spiritualitas juga adalah kesadaran. Banyak orang yang menjalani hidup ini dalam keadaan tertidur. Mereka lahir, tumbuh, menikah, mencari nafkah, membesarkan anak, dan akhirnya meninggal dalam keadaan tertidur. 
Analoginya adalah seperti orang yang terkena hipnotis. Anda tahu di mana menyimpan uang. Anda pun tahu persis nomor pin Anda. Dan Andapun menyerahkan uang Anda pada orang tidak dikenal. Anda tahu,tapi tidak sadar. Karena itu, Anda bergerak bagaikan robot-robot yang dikendalikan orang lain, lingkungan, jabatan, uang, dan harta benda. 
Pengertian menyadari amat berbeda dengan mengetahui. Anda tahu berolah raga penting untuk kesehatan, tapi Anda tidak juga melakukannya. Anda tahu memperjualbelikan jabatan itu salah, tapi Anda menikmatinya. Anda tahu berselingkuh dapat menghancurkan keluarga, tapi Anda tidak dapat menahan godaan. Itulah contoh tahu tapi tidak sadar! 
Ada dua hal yang dapat membuat orang menjadi sadar. Pertama, peristiwa-peristiwa pahit dan musibah. Musibah sebenarnya adalah rahmat terselubung karena dapat membuat kita bangun dan sadar. Anda baru sadar pentingnya kesehatan kalau Anda sakit. Anda baru sadar pentingnya olahraga kalau kadar kolesterol Anda mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Anda baru sadar nikmatnya bekerja kalau Anda di-PHK. Seorang wanita karier baru menyadari bahwa keluarga jauh lebih penting setelah anaknya terkena narkoba. Seorang sopir taksi pernah bercerita bahwa ia baru menyadari bahayanya judi setelah hartanya habis. 
Kematian mungkin merupakan satu stimulus terbesar yang mampu menyentakkan kita. Banyak tokoh terkenal meninggal begitu saja. Mereka sedang sibuk memperjualbelikan kekuasaan, saling menjegal, berjuang meraih jabatan, lalu tiba-tiba saja meninggal. Bayangkan kalau Anda sedang menonton film di bioskop. Pertunjukan sedang berlangsung seru ketika tiba-tiba listrik padam. Petugas bioskop berkata, Silakan Anda pulang, pertunjukan sudah selesai! Anda protes, bahkan ingin menunggu sampai listrik hidup kembali. Tapi, si penjaga hanya berkata tegas, Pertunjukan sudah selesai, listriknya tidak akan pernah hidup kembali. 
Itulah analogi sederhana dari kematian. Kematian orang yang kita kenal, apalagi kerabat dekat kita sering menyadarkan kita pada arti hidup ini. Kematian menyadarkan kita pada betapa singkatnya hidup ini, betapa seringnya kita meributkan hal-hal sepele, dan betapa bodohnya kita menimbun kekayaan yang tidak sempat kita nikmati. 
Hidup ini seringkali menipu dan meninabobokan orang. Untuk menjadi bangun kita harus sadar mengenai tiga hal, yaitu siapa diri kita, darimana kita berasal, dan ke mana kita akan pergi. Untuk itu kita perlu sering mengambil jarak dari kesibukan kita dan melakukan kontemplasi. 
Ada sebuah ungkapan menarik dari seorang filsuf Perancis, Teilhard de Chardin, Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman- pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalam an manusiawi. Manusia bukanlah makhluk bumi melainkan makhluk langit. Kita adalah makhluk spiritual yang kebetulan sedang menempati rumah kita di bumi. Tubuh kita sebenarnya hanyalah rumah sementara bagi jiwa kita. Tubuh diperlukan karena merupakan salah satu syarat untuk bisa hidup di dunia. Tetapi, tubuh ini lama kelamaan akan rusak dan akhirnya tidak dapat digunakan lagi. Pada saat itulah jiwa kita akan meninggalkan rumah untuk mencari rumah yang lebih layak. Keadaan ini kita sebut meninggal dunia. Jangan lupa, ini bukan berarti mati karena jiwa kita tak pernah mati. Yang mati adalah rumah kita atau tubuh kita sendiri. 
Coba Anda resapi paragraf diatas dalam-dalam. Badan kita akan mati, tapi jiwa kita tetap hidup. Kalau Anda menyadari hal ini, Anda tidak akan menjadi manusia yang ngoyo dan serakah. Kita memang perlu hidup, perlu makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya. Bila Anda sudah mencapai semua kebutuhan tersebut, itu sudah cukup! Buat apa sibuk mengumpul-ngumpulka n kekayaan -- apalagi dengan menyalahgunakan jabatan -- kalau hasilnya tidak dapat Anda nikmati selama-lamanya. Apalagi Anda sudah merusak jiwa Anda sendiri dengan berlaku curang dan korup. Padahal, jiwa inilah milik kita yang abadi. 
Lantas, apakah kita perlu mengalami sendiri peristiwa-peristiwa yang pahit tersebut agar kita sadar? Jawabnya: ya! Tapi kalau Anda merasa cara tersebut terlalu mahal, ada cara kedua yang jauh lebih mudah: Belajarlah MENDENGARKAN. Dengarlah dan belajarlah dari pengalaman orang lain. Bukalah mata dan hati Anda untuk mengerti, mendengarkan, dan mempertanyakan semua pikiran dan paradigma Anda. Sayang, banyak orang yang mendengarkan semata-mata untuk memperkuat pendapat mereka sendiri, bukannya untuk mendapatkan sesuatu yang baru yang mungkin bertentangan dengan pendapat mereka sebelumnya. Orang yang seperti ini masih tertidur dan belum sepenuhnya bangun. 
Bila lidah kelu, tulisan menjadi perlu Pena lebih tajam dari pedang Tinta seorang berilmu lebih mulia dari darah seorang syahid 
semoga bermanfaat bagi kita semua..amin.

Friday, 4 May 2012

Yang selalu dicari cari


Siapa sich yang tidak ingin sukses, punya harta melimpah, dikelilingi wanita-wanita cantik, keluarga yang bahagia, dikagumi dan dijadikan panutan oleh banyak orang, rajin ibadah, selalu bersedekah dan kuat iman dan taqwa.
Nah, tentu saja hal yang kita inginkan tidak bisa datang begitu saja seperti kisahnya aladin yang menemukan lampu ajaib yang berisi raja jin dari timur tengah. kita harus merubah kualitas hidup kita terlebih dahulu agar kesuksesan dapat segera menghampiri.
Cobalah cermati kisah dibawah ini :
saya akan menceritakan tentang dua gadis yang diperkosa oleh 4 laki-laki yang memberikan arti hidup mereka masing-masing.
Gadis A mengartikan hidupnya hancur, tak akan ada lagi laki-laki yang mau dengan aku,ini adalah hukuman menjadi sampah, bila dia memberi arti seperti itu, hidupnya berkualitas atau tidak berkualitas? bunuh diri, jalan keluarnya.
Sedangkan gadis B mengartikan dengan arti berbeda saya tahu ini panggilan Tuhan, kualitas hidupnya pun jadi berbeda.
Bila anda memberi arti yang berbeda emosinya pun akan berbeda, sikap dan keputusan anda berbeda, tindakan berbeda, hasil berbeda, nasib pun berbeda, hidup berbeda, 
Jadi, standar yang paling penting dalam kehidupan kita diluar semua kondisi kita yang semuanya sangat penting, tapi ada satu yang membuat nya terwujud adalah kondisi dari perasaan, jika anda bertanya apakah kita bisa mencapai semuanya tadi tanpa mempunyai perasaan yang tepat? Bisa, selama tindakanya tepat. 
Bila action anda memberi manfaat pada orang lain dan kita punya action yang memberikan kesana? Anda mendapat yang anda inginkan.
Perhatikan baik-baik orang yang membunuh pasti punya alasan yang benar, saya dihina berarti boleh bunuh, nah kalau sudah masuk penjara, nah begitu masuk penjara dia memberi arti tidak apa-apa, apa dia menyesal? 
Tergantung dia memberi arti. Ilmu memberi arti ini adalah hal yang sangat penting, seperti 2 wanita tadi yang diperkosa, satu memberi arti sebagai hukuman, satu memberi arti sebagai panggilan Tuhan dan dia pulang mendirikan organisasi yang bernama Women Self Defense mengajarkan wanita dalam menahan serangan-serangan dari laki-laki yang tidak diinginkan
Saran saya jika ingin mendapat hidup yang lebih berkualitas berilah arti yang baik agar hasilnya lebih baik dan tampakya lebih baik juga dilihat dari perasaan hasilnya juga lebih baik..

Adapun Cara yang paling mudah untuk merubah kualitas hidup yaitu :
  1. Dengan merubah arti yang kita berikan dalam kehidupan kita jadi apapun yang terjadi anda selalu bisa memberikan perasaan yang berarti yang menurut anda berkualitas
  2. Kita mempunyai identitas. Identitas itu penting, karena Anda menilai siapa Anda? Misalnya Anda menyebut kalau diri Anda adalah "saya adalah orang yang tidak teliti" maka ini secara tidak langsung membuat alam bawah sadar Anda menganggap Anda tidak teliti. Sekarang baik perkataan Anda dengan "saya adalah orang yang dahsyat, saya adalah orang yang pintar". Apa yang terjadi? Anda kan menjadi dahsyat.
  3. Misi. Misi apa? Kenapa Anda harus merubah hidup Anda?
  4. Visi. Visi apa? Kenapa Anda harus merubah hidup Anda?
  5. Kebiasaan yang membuat hidup kita berkualitas.  Buang kebiasaan lama, ganti dengan yang lebih bermanfaat dan berkualitasSekian artikel kali ini. Semoga bermanfaat, salam Dahsyat
Nah.. mudah kan???